keindahan gunung merbabu
keindahan gunung merbabu

Ini Dia Keindahan Dari Puncak Merbabu

109 views

Banyak sekali puncak gunung di Indonesia yang menawarkan lukisan Tuhan yang sangat indah. Salah satunya adalah puncak Gunung Merbabu yang terletak di kota Salatiga, Jawa Tengah. Bayangkan saja, dari puncak Merbabu, kita bisa menikmati keindahan enam gunung sekaligus. Wow!

Asal Usul Gunung Merbabu

Gunung Merbabu berasal dari kata ‘Meru’ yang artinya gunung dan ‘Babu’ yang artinya wanita. Gunung ini memiliki ketinggian 3.142 M dpl yang berada di puncak Kenteng Songo. Untuk menuju puncaknya, redaksi Culturenesia harus melewati perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Rute Perjalanan Ke Puncak Gunung Merbabu

Dari Yogyakarta, kami naik bus jalur Jogja-Semarang kemudian turun di Magelang. Dari Magelang, kami harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus kecil ke arah Salatiga kemudian turun di daerah wisata Kopeng tepatnya di Bumi Perkemahan Umbul Songo.

Perjalanan kami dimulai dengan berjalan kaki di jalan bebatuan sejauh 2,5 KM untuk menuju desa Chuntel. Jalur Chuntel merupakan salah satu jalur pendakian menuju Gunung Merbabu. Pertama-tama kami melewati perkampungan warga sekitar, namun ketika mulai masuk, kami mulai merasakan kesejukan hutan pinus di kiri dan kanan kami. Setelah melewai Bumi Perkemahan Umbul Songo, kami berjalan terus mengikuti petunjuk arah menuju basecamp pendakian desa Chuntel.

Sore hari kami sudah sampai’di basecamp pendakian Chuntel, kami memanfaatkan waktu untuk beristirahat, mengisi perut dan menyiapkan persediaan air. Rencananya, kami akan memulai perjalanan malam hari. Sekadar tips saja C’Gengs, pendakian malam hari memiliki banyak keuntungan ketimbang siang hari. Ya, pendakian malam hari akan lebih menghemat energi’karena kita terbebas dari teriknya matahari.

Akhirnya tepat pukul sembilan malam kami memulai pendakian kami menuju puncak Merbabu via Chuntel. Setelah meninggalkan perkampungan kami mulai melewati perkebunan penduduk. Setelah itu, kami’mulai hutan pinus dengan jalan yang mulai menanjak. Jalannya yang setapak dan beralas tanah kering membuat kami harus ekstra hati-hati. Bila’musim kering, jalan setapak ini sangat berdebu. Karena itu C’Gengs harus menyiapkan masker untuk menyaring debu agar tidak mengganggu pernafasan.

Setelah menyisiri bukit yang berliku-liku akhirnya setelah lebih dari 30 menit, kami sampai di pos Bayangan I. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan menuju ke pos Bayangan II yang bisa menghabiskan waktu setengah jam lebih.

Kami sampai di pos II sekitar pukul 11 malam. Karena udara sudah mulai dingin, kam pun memutuskan untuk membangun tenda dan beristirhat di pos II ini.

Pagi harinya, sekitar pukul delapan, kami melanjutkan pendakian kami. Jalurnya pun mulai terbuka. Di sebelah kiri kanan kami hanya tumbuh ilalang dan pohon pinus yang letaknya berjauhan. Akhirya kami pun sampai di pos pemancar. Dari sini, kami bisa menikmati pemandangan yang luar biasa. Tampak dari jauh keindahan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.

Tantangan di Gunung Merbabu

Nah ini dia yang merupakan tantangan kami yang paling berat. Untuk menuju persimpangan menuju puncak, kami harus melewati jembatan setan. Kenapa disebut dijembatan setan? Ini karena jalan yang sangat kecil dan kiri kanan kita merupakan jurang yang dalam tanpa ada pembantasan sama sekali. Jadi, C’Gengs benar-benar harus berhati-hati jika melewati jembatan ini. Menyeramkan bukan?

Tepat tengah ‘hari, setelah melewati jalanan berbatu, berdebu, naik turun, dan sangat ekstrim akhirnya kami sampai di persimpangan menuju puncak. Ada dua puncak yang bisa kamu naiki yakni puncak Syarif (Gunung Prengodale) dan puncak Kenteng Songo (Gunung Kenteng Songo). Kami pun akhirnya memilih naik menuju puncak Kenteng Songo. Pilihan kami ternyata tidak salah C’Gengs, dari puncak ini, kami bisa lebih dekat menikmati keindahan Gunung Merapi, Sumbing, dan Sindoro. Tampak juga Gunung Telomoyo dan Ungaran. Lebih lauh lagi, kami bisa melihat Gunung Lawu yang sangat tegap berdiri. Enam gunung benar-benar bisa kami nikmati sekaligus. Sungguh indahnya alam indonesia. Semoga bisa menjadi rekomendasi ya!